O.M.D.O.
Bullshit kah?
Atau cita-cita yang tak tercapai?
Mungkin sebuah do'a yang tidak di ijabah.
Atau memang berubah haluan, berganti keinginan, dan cita-cita.
Jika Ingin menunjukan eksistensi diri, dari sebuah pengharapan yang belum tentu terwujud. Apakah sebuah kesalahan? Bukankah sebuah do'a juga harus intens kita ucapkan, dan meminta orang sebanyak-banyak untuk ikut mendoakan juga?
OMDO, atau omong doang. istilah untuk si "banyak omong" yang hanya bisa ngomong dan ngomong tanpa pembuktian, realisasi dan sejabanya dari apa yang dia bicarakan. Omdo, adalah julukan yang sangat lah negatif. Dalam Islam, bahkan bisa masuk kategori pembohong, jika memang apa yang di omongin itu jelas-jelas sangat lah berbohong.
Tapi seperti kata pengantar di atas, OMDO, tidaklah selalu bullshit. Bisa saja itu adalah cita-cita, atau do'a yang belum terijabah. atau tiba-tiba saja mendapat ilham untuk melakukan sebuah perubahan hingga akhirnya berubah haluan. Tapi, tetap dengan satu syarat, hal itu tidak diulangi lagi-lagi, dan lagi. Maka kalau itu terus berulang, bisa saja, itu sudah menjadi sifat yang menempel, dan maka, kamu layak dipanggil OMDO.
Terinspirasi dari kisah pribadi, makanya aku nulis tentang OMDO ini.
Ya, cukup sering rasanya aku berkoar-koar tentang rencana masa depan ku. dan lalu merasa sangat tersindir, ketika ada seorang teman membahas teman lainnya tentang sifatnya yang OMDO. yang jadi masalah, kok aku tidak menilai orang itu 'dikasus yang dibicarakan' itu sebagai sikap OMDO. karena, ternyata masalah itu, sama percis dengan masalah aku. tentang sebuah plan, yang menyatakan sebuah tenggat waktu Dan ketika waktunya tiba, tidak terjadi seprti yang direncanakan, karena, satu dan lain hal, (dan saya yakin teman saya pun begitu). Lalu apakah karena hal itu lantas seseorang di judge menjadi OMDO? tidak kan??? Kan?? Kan??
Lalu, rasanya tak adil, jika kita gampang menjudge seseorang begitu saja...
intinya Husnudzon.. karena serendah-rendahnya ukhuwah adalah husnudzon (berbaik sangka)
Dan rasanya, akupun sangat tidak rela, jika karena mimpi, cita-cita, harapan, dan rencana-rencanaku, maka aku mendapatkan julukan OMDO itu. Huhuhuhu....
Atau cita-cita yang tak tercapai?
Mungkin sebuah do'a yang tidak di ijabah.
Atau memang berubah haluan, berganti keinginan, dan cita-cita.
Jika Ingin menunjukan eksistensi diri, dari sebuah pengharapan yang belum tentu terwujud. Apakah sebuah kesalahan? Bukankah sebuah do'a juga harus intens kita ucapkan, dan meminta orang sebanyak-banyak untuk ikut mendoakan juga?
OMDO, atau omong doang. istilah untuk si "banyak omong" yang hanya bisa ngomong dan ngomong tanpa pembuktian, realisasi dan sejabanya dari apa yang dia bicarakan. Omdo, adalah julukan yang sangat lah negatif. Dalam Islam, bahkan bisa masuk kategori pembohong, jika memang apa yang di omongin itu jelas-jelas sangat lah berbohong.
Tapi seperti kata pengantar di atas, OMDO, tidaklah selalu bullshit. Bisa saja itu adalah cita-cita, atau do'a yang belum terijabah. atau tiba-tiba saja mendapat ilham untuk melakukan sebuah perubahan hingga akhirnya berubah haluan. Tapi, tetap dengan satu syarat, hal itu tidak diulangi lagi-lagi, dan lagi. Maka kalau itu terus berulang, bisa saja, itu sudah menjadi sifat yang menempel, dan maka, kamu layak dipanggil OMDO.
Terinspirasi dari kisah pribadi, makanya aku nulis tentang OMDO ini.
Ya, cukup sering rasanya aku berkoar-koar tentang rencana masa depan ku. dan lalu merasa sangat tersindir, ketika ada seorang teman membahas teman lainnya tentang sifatnya yang OMDO. yang jadi masalah, kok aku tidak menilai orang itu 'dikasus yang dibicarakan' itu sebagai sikap OMDO. karena, ternyata masalah itu, sama percis dengan masalah aku. tentang sebuah plan, yang menyatakan sebuah tenggat waktu Dan ketika waktunya tiba, tidak terjadi seprti yang direncanakan, karena, satu dan lain hal, (dan saya yakin teman saya pun begitu). Lalu apakah karena hal itu lantas seseorang di judge menjadi OMDO? tidak kan??? Kan?? Kan??
Lalu, rasanya tak adil, jika kita gampang menjudge seseorang begitu saja...
intinya Husnudzon.. karena serendah-rendahnya ukhuwah adalah husnudzon (berbaik sangka)
Dan rasanya, akupun sangat tidak rela, jika karena mimpi, cita-cita, harapan, dan rencana-rencanaku, maka aku mendapatkan julukan OMDO itu. Huhuhuhu....
Komentar
Posting Komentar