Pernah.. Suatu...
Ada satu masa yang pernah aku lalui. Penuh semangat, penuh cita. Dimana semua mimpi bagiku adalah nyata. Hanya tinggal menunggu datangnya waktu yang telah di janjikan, dan.... QUN, FA YA QUN.
Ada satu masa yang pernah aku jalani. Di mana semuanya adalah mungkin, optimis, dan nyata. Semangat bergerak tanpa kenal lelah. Dzikir, Fikir, Ikhtiar menjadi pegangan hidup. Hanya tinggal menunggu datangnya waktu yang telah disiapkan, dan... QUN FA YA QUN.
Tapi, pernah ada satu masa pula yang aku lewati. Ketika kelelahan menghampiri. Memupuskan semua semangat yang menggebu. Pesimis adalah helaan nafasku. Tak ada satu alasan pun yang buatku semangat melangkah. Yang ada tinggal, sendi-sendi keputus asaan, dan menunggu waktu, yang terbuang sia-sia.
Semuanya.. mungkin adalah masa yang bukan hanya saja aku yang mengalaminya. Karena aku yakini, semua orang didunia ini pernah merasakan semua sensasi kehidupan itu. Maka... inilah aku, mencoba memberi arti dari semua rasa yang pernah singgah dalam hidupku ini.
Ada satu masa yang pernah aku jalani. Di mana semuanya adalah mungkin, optimis, dan nyata. Semangat bergerak tanpa kenal lelah. Dzikir, Fikir, Ikhtiar menjadi pegangan hidup. Hanya tinggal menunggu datangnya waktu yang telah disiapkan, dan... QUN FA YA QUN.
Tapi, pernah ada satu masa pula yang aku lewati. Ketika kelelahan menghampiri. Memupuskan semua semangat yang menggebu. Pesimis adalah helaan nafasku. Tak ada satu alasan pun yang buatku semangat melangkah. Yang ada tinggal, sendi-sendi keputus asaan, dan menunggu waktu, yang terbuang sia-sia.
Semuanya.. mungkin adalah masa yang bukan hanya saja aku yang mengalaminya. Karena aku yakini, semua orang didunia ini pernah merasakan semua sensasi kehidupan itu. Maka... inilah aku, mencoba memberi arti dari semua rasa yang pernah singgah dalam hidupku ini.
Mungkin aku hanya punya semangat
Menggebu... Membiru...
Tapi itu yang buatku hidup
Setidaknya aku punya sesuatu yang bisa aku banggakan...
Ya.. Mungkin aku adalah satu-satunya orang yang hanya hidup dari semangat. Begitu mudahnya semangat ini membakarku. Hingga berapi-api. Hingga kadang begitu sulit untuk dapat aku kontrol. Hingga orang-orang hanya bisa tersenyum penuh kemakluman akan sikap ku yang satu ini.
Tapi... Hey.. Bukankah itu sebuah berkah??? Tidak banyak orang yang Allah berikan semangat menggebu dengan begitu mudahnya. tanpa perlu kompor, aku sudah terbakar. Tanpa perlu percikan api, aku sudah menjadi bara api.
Dan.. Hey.. Bukankah itu sebuah berkah??? Hingga tak perlu kalian bersusah payah mengeluarkan energi kalian untuk memotivasiku. Tak perlu aku keluarkan banyak uang untukku mengikuti training-training motivasi bernilai jutaan rupiah. Dan yang paling penting.. Hey... Aku bisa menjadi partner mu.. membakar semangatmu...!!!!! Sehingga tak perlu kau susah mencari partner.. Aku ada disini.. siap membantumu, sebisaku... walau hanya dengan semangat.
Tapi aku juga manusia.
kadang kelelahan mengejarmu.
kadang ingin menyerah menantimu.
kadang aku pun benci terus menunggumu.
Maka disini.
Izinkanlah aku.
Hentikan langkahu.
Mundur.
Dari semua yang pernah aku rasa, namun tak berbalas kepadamu.
Begitu pula aku adanya. Semangat, memang penting. semangatku, mungkin berkah. Tapi apa gunanya semua itu ketika aku hanya sendirian. Bisa-bisa aku dianggap gila karena semangat sendiri, sedang yang lain... Justru berada dalam kondisi berbeda.
Maka... jangan salahkan, jika kelelahan itu begitu cepat datang menghampiri. Mengganti semua nya dengan kelesuan. Membuat begitu berat kaki melangkah.Menambah lagi satu kebencian. Menggerutu. Tak puas.
Hey... Maka jangan salahkan, kalau seketika aku berubah haluan. Begitu cepat berpaling. Karena sesungguhnya.. Hey.. aku hanya manusia, yang punya kesabaran. Dan terkadang, semuanya berakhir begitu saja. Sampai batas waktu.
Dan kini, biarkanlah...
Waktu kan menjawab semuanya...
Ia kan datang sebagaimana mestinya...
Turuti perintah Tuhannya..
ikhlas saja..
Komentar
Posting Komentar