Tangis pun...

tangis pun..
rasanya teramat kering...
tetes-tetesnya menghilang, menguap bersama satu persatu janji yang teringkar..

ini satu masa teramat kritis
kesuraman yang ada begitu mengerikan..
hilang damai, pergi, bersama satu persatu kata yang berdusta

tubuh pun ringkih..
rasanya tak lagi dapat tertopang
kelemahan menggelayut, bersama satu persatu kesiaan yang bertumpuk..

jeritan yang terdengar..
lengkingan suara teriakannya..
menyayat satu persatu bagian hati yang telah terluka

perih.. pedih..
tapi kata tak obati luka..

hingga tangis pun..
rasanya teramat kering...
tak lagi teralir bulir bulir hati..

ia mengering..

dan perlahan
perlahan..
per-la-han...

mati mengering...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedai Buah

Dua Puluh Tiga

O.M.D.O.