Aku dan Kamu (Yang ada di ujung sana)
Kamu..
Iya kamu yang berada di ujung sana.
Yang mungkin juga sedang menantiku dalam tanda tanya.
Tunggulah aku dalam
kesabaran utuh mu. Hingga tiba saatnya kita saling menatap. Tatapan pertama
kita dalam proses yang akan membawa kita pada satu masa yang akan mengantarkan
kita pada satu kata itu.
Barokah.
Ya, barokah yang mejadi tujuan utama kita nantinya saat kita
sama-sama menyampaikan niat kita, tak adalagi yang lebih indah dari Barokah
yang Allah anugerahkan untuk kebersamaan yang telah kita nantikan ini.
Dimana rindu tiap malamnya menemani kesepian malam kita.
Dimana airmata tiap tetesnya menjadi saksi kita.
Dimana untaian kata dalam doa menjadi pengikat kita.
Hingga masa itu datang.
Aku dan..
Kamu..
Iya kamu yang berada di ujung sana.
Yang sedang tersenyum tulus dalam keikhlasan penantiannya,
menanti satu masa bersama..
Aku.
Iya aku yang disini
Yang sedang mempersiapkan diri menyambut kedatangan mu,
dengan semua keterbatasan yang aku miliki, dan semua ikhtiar yang bisa aku lakukan
untuk menyegerakan dapat beretemu denganmu yang akan menerima aku apa adanya
kini dan nanti. Untuk bersama dapat menjalin satu kata indah itu.
Cinta..
Ya cinta yang akan menghiasi setiap hari kebersamaan kita. Bersama
membayar setiap waktu penuh kerinduan ini dengan kebersamaan atas nama cinta,
di saat yang penuh barokah nantinya.
Dimana kata cinta terasa dalam qolbu yang lebih dalam
melebihi kedalaman arti kata cinta itu.
Maka, berjanjilah padaku hai kamu yang berada disana…
Tunggu aku dalam taat, hingga kerinduan ini terbalasakan
oleh satu kalimat pembawa barokah.
Nantikan aku dalam doa, hingga cinta kita terikat dalam satu
ikatan kuat.
Bawa aku segera, hingga kita menyegerakan datangnya Bahagia
yang penuh barokah karena cinta itu.
Kamu yang berada disana,
Yang akan menjadi imam dalam setiap sholat yang kutegakan,
Yang akan menjadi kunci untuk aku merengkuh surgaku,
Yang akan menjadi ayah dari Jundi Illahi yang lahir dari
rahimku,
Yang akan aku cintai seutuhnya semuanya tentangmu..
Satu yang ingin aku ucapkan, walau terlalu dini, tapi tak
lagi aku kuat menahan semuanya..
Iya kamu.. kamu yang berada di ujung sana, yang aku yakin
sebentar lagi akan membawaku bersamamu..
Aku mencintaimu, kini dan nanti, bahkan saat ini saat aku
bahkan belum mengenalmu..
Karena aku yakini, kamu adalah yang terbaik yang telah Allah
anugerahkan untukku.. untuk calon anak-anakku..



Komentar
Posting Komentar